Standar UN Hantui siswa&orangtua
Uncategorized No Comments »Terlepas dari naik atau turunnya standar kelulusan, kata Dwi, pihaknya mengimbau seluruh sekolah terus mengaktifkan program les tambahan di sekolah yang sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. “Untuk mengantisipasi berapa standar kelulusan UN, program les di sekolah harus diefektifkan,” pintanya. (Sumeks)
Nilai standar UN tak kunjung mantap juga, kebijakan demi kebijakan terkesan meniru dan mengikuti trend, bukan pada kondisi kemampuan siswa. Standar UN yang katanya mampu didongkrak dengan kurikulum kompetensi ternyata belum menujukkan kabar baik. Carut marut dunia pendidikan menjadikan guru dan pelaksana proses pendidikan berupaya dengan segala cara untuk mengejar standar UN. Dalam penerapannya Les tambahan pun di sodorkan kepada siswa, dinilai efektiv untuk mendongkrak kemampuan namun tak pernah memihak pada kondis psikologi peserta didik. Kebijakan Pendidikan yang sejatinya diperuntukkan untuk memberantas kebodohan dan memerangi kemiskinan justeru membuka gerbang seluas-luasnya bagi kans meningkatnya jumlah siswa putus sekolah.
“Habis Gelap Terbit Terang, itu dulu!, Pendidikan jadi ajang kreatif para kapitalis, rakyat merana, negeri menangis, sudah tak penting tuk dipikirkan, semua sibuk memperkaya diri demi hidup yang katanya lebih baik”




