Statistika

Metodologi Penelitian No Comments »

Statistika adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari statistik. sedangkan statistik dapat diartikan sebagai fungsi dari beberapa peubah acak yang saling bebas dan berdistribusi identik.
atau secara sederhana statistika adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mempelajari tata cara pengumpulan data (sampling) pengolahan data, penyajian data, analisis data dan pengambilan keputusan berdasarkan data.

Statistika adalah alat untuk mengolah data. Statistika berdasrkan penjabaran metodologiinya berdasarkan pada tiga hal yaitu ; proses analisis, asumsi bentuk distribusi dan banyaknya variabel yang dilibatkan. Berdasarkan prosesnya analisisnya statistikaa dibagi dalam dua kategori yaitu analisa deskriptif dan analisa konfirmatif.

statistika deskriptif memberikan informasi secara visual dan bersifat subjektif dalam analisisnya sedangkan statistika konfirmatif menganalisis secara objektif , pengambilan keputusan didasarkan pada tingkat pengukuran kesalahan.

Selain dari segi analisisnya, statistika juga dikembangkan menurut asumsi bentuk distribusi. Apabila input data variabelnya memiliki distribusi tertentu maka disebut sebagai statistik parametrik. sedangkan metodologi statistik yang rumusannya dibuat tanpa adanya asumsi bentuk distribusi dinamakan statistika non parametrik.

Beberapa hal yang terkait dengan analisis deskriptif adalah :
1. Seri Numerik, yang menyatakan nilai penting dalam statistik meliputi taraf pemusatan data dan ukuran penyebaran data atau dispersi.
2. Distribusi, yang menyatkan pola atau model dan pnyebaran data.
3. Pencilan, menyatakan nilai data yang berada diluar kelompok nilai data yang lainnya.

Data
Apa yang dimaksud dengan data? data adalah sesuatu yang diketahui atau di asumsikan. Data juga disebut sebagai suatu sumber informasi yang diketahui atau di asumsikan untuk memberikan gambaran mengenai suatu keadaan atau permasalahan.

beberapa kriteria data yang baik adalah :
1. Objektif
2. Representatif
3. Standar error kecil
4. Relevan

Data menurut sifatnya dibagi menjadi DATA KUANTITATIF yang berupa angka dan diklasifikasikan kembali berdasrkan skala interval dan ratio. DATA KUALITATIF tidak berupa angka dan dibuat menjadi skala nominal dan ordinal.

Data menurut sumbernya dibagi atas data internal yang berasal dari suatu instansi atau kelompok) dan data eksternal yang bukan berasal dari instansi atau kelompok. Data menurut cara memperolehnya dibagi menjadi data primer yang merupakan data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti atau tim peneliti langsung dari sumbernya. Data sekunder adalah data yang didapat dari literatur dan informasi yang telah diolah oleh pihak lain.

Data menurut cara mengumpulkanya dibagi atas data cross section yang merupakan data yang dikumpulkan dalam periode tersebut. data berkala atau times series adalah data yang dikumpulkan dari periode ke periode secara kontinu.

Beberapa istilah terkait dengan pengumpulan data :
1. populasi, himpunan objek yang hendak diteliti dilaambangkan dengan ‘N’
2. sampel, himpunan bagian dari populasi. sampel haruslah mewakili populasi secara keseluruhan sering disimbolkan dengan ‘n’
3. Sensus, cara mengumpulkan data dimana seluruh anggota populasi dimati satu persatu atau N=seluruh anggota populasi
4. Sampling, cara mengumpulkan data dimana yang di teliti adalah elemen sampel dari suatu populasi.
5. Sampel Acak ; adalah cara mengumpulkan data secara acak menurut kaidah statistik terhadap elemen sampel dari suatu populasi.
6. Peubah Acak adalah suatu symbol yang digunakan yang digunakan untuk menggambarkan suatu elemen dari sampel yang dipilih secara acak. biasanya menggunakan symbol hurup alphabet A,B,C,…..Z

dan nilai peubahnya dabat berubah ubah atau berbeda.
7. Parameter, suatu besaran yang nilainya menyatakan kondisi sebenarnya dari besaran tersebut.

Bahasan mengenai statistika ini akan terus dikembangkan lebih lanjut untuk membantu adik adik mahasiswa dalam memahami Statistika sebagai alat melakukan penelitian. Statistika bukan untuk ditakuti tapi merupakan alat yang patut difahami dalam membedah dan mengolah data dalam melaksanakan penelitian. Pada akhirnya Statistika akan dibahas sampai kepada muara cara menggunakan software SAS dan SPSS.

EVALUASI PENDIDIKAN

Pendidikan No Comments »

Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh apakah perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik. (dikutip dari Bloom et.all 1971).

Stufflebeam et.al 1971 mengatakan bahwa evaluasi adalah proses menggambarkan, memperoleh dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan.

    Evaluasi sendiri memiliki beberapa prinsip dasar yaitu ;
    1. Evaluasi bertujuan membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pembeljaran bagi masyrakat.
    2. Evaluasi adalah seni, tidak ada evaluasi yang sempurna, meski dilkukan dengan metode yang berbeda.
    3. Pelaku evaluasi atau evaluator tidak memberikan jawaban atas suatu pertanyaan tertentu. Evaluator tidak berwennag untuk memberikan rekomendasi terhadap keberlangsungan sebuah program. Evaluator hanya membantu memberikan alternatif.
    4. Penelitian evaluasi adalah tanggung jawab tim bukan perorangan.
    5. Evaluator tidak terikat pada satu sekolah demikian pula sebaliknya.
    6. evaluasi adalah proses, jika diperlukan revisi maka lakukanlah revisi.
    7. Evaluasi memerlukan data yang akurat dan cukup, hingga perlu pengalaman untuk pendalaman metode penggalian informasi.
    8. Evaluasi akan mntap apabila dilkukan dengan instrumen dan teknik yang aplicable.
    9. Evaluator hendaknya mampu membedakan yang dimaksud dengan evaluasi formatif, evaluasi sumatif dan evaluasi program.
    10. Evaluasi memberikan gambaran deskriptif yang jelas mengenai hubungan sebab akibat, bukan terpaku pada angka soalan tes.

Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sesungguhnya evaluasi adalah proses mengukur dan menilai terhadap suatu objek dengan menampilkan hubungan sebab akibat diantara faktor yang mempengaruhi objek tersebut.

Tujuan evaluasi adalah untuk melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran memiliki 3 hal penting yaitu, input, transformasi dan output. Input adalah peserta didik yang telah dinilai kemampuannya dan siap menjalani proses pembelajaran.
transformasi adalah segala unsur yang terkait dengan proses pembelajaran yaitu ; guru, media dan bahan beljar, metode pengajaran, sarana penunjang dan sistem administrasi. Sedangkan output adalah capaian yang dihasilkan dari proses pembelajaran.

Evaluasi pendidikan memiliki beberapa fungsi yaitu ;
1. Fungsi selektif
2. Fungsi diagnostik
3. Fungsi penempatan
4. Fungsi keberhasilan

Maksud dari dilakukannya evaluasi adalah ;
1. Perbaikan sistem
2. Pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat
3. Penentuan tindak lanjut pengembangan

PRINSIP PRINSIP EVALUASI
1. Keterpaduan
2. evauasi harus dilakukan dengan prinsip keterpaduan antara tujuan intrusional pengajaran, materi pembelajaran dan metode pengjaran.
3. Keterlibatan peserta didik
4. prinsip ini merupakan suatu hal yang mutlak, karena keterlibatan peserta didik dalam evaluasi bukan alternatif, tapi kebutuhan mutlak.
5. Koherensi
6. evaluasi harus berkaitan dengan materi pengajaran yang telah dipelajari dan sesuai dengan ranah kemampuan peserta didik yang hendak diukur.
7. 4. Pedagogis
8. Perlu adanya tool penilai dari aspek pedagogis untuk melihat perubahan sikap dan perilaku sehingga pada akhirnya hasil evaluasi mampu menjadi motivator bagi diri siswa.
9. Akuntabel
10. Hasil evaluasi haruslah menjadi aalat akuntabilitas atau bahan pertnggungjawaban bagi pihak yang berkepentingan seeprti orangtua siswa, sekolah, dan lainnya.

TEKNIK EVALUASI

Teknik evaluasi digolongkan menjadi 2 yaitu teknik tes dan teknik non Tes

1. teknik non tes meliputi ; skala bertingkat, kuesioner,daftar cocok, wawancara, pengamatan, riwayat hidup.

a. Rating scale atau skala bertingkat menggambarkan suatu nilai dalam bentuk angka. Angka-angak diberikan secara bertingkat dari anggak terendah hingga angkat paling tinggi. Angka-angka tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan terhadap angka yang lain.
b. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang terbagi dalam beberapa kategori. Dari segi yang memberikan jawaban, kuesioner dibagi menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. Kuesioner langsung adalah kuesioner yang dijawab langsung oleh orang yang diminta jawabannya. Sedangkan kuesiioner tidak langsung dijawab oleh secara tidak langsung oleh orang yang dekat dan mengetahui si penjawab seperti contoh, apabila yang hendak dimintai jawaban adalah seseorang yang buta huruf maka dapat dibantu oleh anak, tetangga atau anggota keluarganya. Dan bila ditinjau dari segi cara menjawab maka kuesioner terbagi menjadi kuesioner tertutup dan kuesioner terbuka. Kuesioner tertututp adalah daftar pertanyaan yang memiliki dua atau lebih jawaban dan si penjawab hanya memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada awaban yang ia anggap sesuai. Sedangkan kuesioner terbuka adalah daftar pertanyaan dimana si penjawab diperkenankan memberikan jawaban dan pendapat nya secara terperinci sesuai dengan apa yang ia ketahui.
c. Daftar cocok adalah sebuah daftar yang berisikan pernyataan beserta dengan kolom pilihan jawaban. Si penjawab diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada awaban yang ia anggap sesuai.
d. Wawancara, suatu cara yang dilakukan secara lisan yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan informsi yang hendak digali. wawancara dibagi dalam 2 kategori, yaitu pertama, wawancara bebas yaitu si penjawab (responden) diperkenankan untuk memberikan jawaban secara bebas sesuai dengan yang ia diketahui tanpa diberikan batasan oleh pewawancara. Kedua adalah wawancara terpimpin dimana pewawancara telah menyusun pertanyaan pertanyaan terlebih dahulu yang bertujuan untuk menggiring penjawab pada informsi-informasi yang diperlukan saja.
e. Pengamatan atau observasi, adalah suatu teknik yang dilakuakn dengan mengamati dan mencatat secara sistematik apa yang tampak dan terlihat sebenarnya. Pengamatan atau observasi terdiri dari 3 macam yaitu : (1) observasi partisipan yaitu pengamat terlibat dalam kegiatan kelompok yang diamati. (2) Observasi sistematik, pengamat tidak terlibat dalam kelompok yang diamati. Pengamat telah membuat list faktor faktor yang telah diprediksi sebagai memberikan pengaruh terhadap sistem yang terdapat dalam obejek pengamatan.
f. Riwayat hidup, evaluasi ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi mengenai objek evaluasi sepanjang riwayat hidup objek evaluasi tersebut.

2. Teknik tes. Dalam evaluasi pendidikan terdapat 3 macam tes yaitu :

a. tes diagnostik
b. tes formatif
c. tes sumatif

Penjelasan mengenai 3 macam tes diatas dapat dibaca pada bagian Teknik Tes

PROSEDUR MELAKSANAKAN EVALUASI

Dalam melaksanakan evaluasi pendidikan hendaknya dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa evaluasi pendidikan secara garis besar melibatkan 3 unsur yaitu input, proses dan out put. Apabila prosesdur yang dilakukan tidak bercermin pada 3 unsur tersebut maka dikhawatirkan hasil yang digambarkan oleh hasil evaluasi tidak mampu menggambarkan gambaran yang sesungguhnya terjadi dalam proses pembelajaran. Langkah-langkah dalam melaksanakan kegiatan evaluasi pendidikan secara umum adalah sebagai berikut :
a. perencanaan (mengapa perlu evaluasi, apa saja yang hendak dievaluasi, tujuan evaluasi, teknikapa yang hendak dipakai, siapa yang hendak dievaluasi, kapan, dimana, penyusunan instrument, indikator, data apa saja yang hendak digali, dsb)
b. pengumpulan data ( tes, observasi, kuesioner, dan sebagainya sesuai dengan tujuan)
c. verifiksi data (uji instrument, uji validitas, uji reliabilitas, dsb)
d. pengolahan data ( memaknai data yang terkumpul, kualitatif atau kuantitatif, apakah hendak di olah dengan statistikatau non statistik, apakah dengan parametrik atau non parametrik, apakah dengan manual atau dengan software (misal : SAS, SPSS )
e. penafsiran data, ( ditafsirkan melalui berbagai teknik uji, diakhiri dengan uji hipotesis ditolak atau diterima, jika ditolak mengapa? Jika diterima mengapa? Berapa taraf signifikannya?) interpretasikan data tersebut secara berkesinambungan dengan tujuan evaluasi sehingga akan tampak hubungan sebab akibat. Apabila hubungan sebab akibat tersebut muncul maka akan lahir alternatif yang ditimbulkan oleh evaluasi itu.


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio. Hosted by Edublogs.
Entries RSS Comments RSS Log in